Minggu, 15 Maret 2015

Perkembangan Hindu Budha Pada Masa Raja Asoka

 Tentang Raja Asoka

Raja Asoka adalah raja terpenting dalam sejarah. India mungkin sekali Asoka, penguasa ketiga dinasti Maurya dan cucu pendiri dinasti itu, Chandragupta Maurya. Chandragupta seorang pimpinan militer India yang — dalam saat nyaris berbarengan dengan peperangan yang dilancarkan Alexander Yang Agung — menaklukkan hampir seluruh bagian India Utara, dan dengan sendirinya bisalah dianggap sebagai pendiri pertama sebuah kekaisaran besar di India. Tahun kapan persisnya kelahiran Asoka tidak diketahui. Mungkin sekali mendekati tahun 300 SM dan dia naik tahta sekitar tahun 273 SM. Pada mulanya dia mengikuti saja jejak sang buyut dan berusaha meluaskan daerah kekuasaan lewat aksi militer. Pada tahun ke-8 pemerintahannya dia membereskan peperangan yang sukses terhadap Kalinga, negara di pantai timur India (kira-kira letak Orissa sekarang ini). Tetapi, begitu dia sadari betapa dahsyatnya harga yang mesti ditebus untuk kemenangan ini, Asoka merasa terpukul batin. Seratus ribu orang terbunuh, dan beratus ribu orang terluka. Tertekan dan merasa berdosa, Asoka berkeputusan menghentikan gerakan militer menaklukkan India, dan bersamaan dengan itu menjauhkan diri dari perbuatan agresif, dia menjadi pemeluk Buddha dan menerima filosofinya, mencoba mempraktekkan nilai-nilai “dharma” yang mengandung suruhan menjalankan kebenaran, kebajikan dan ketidakagresifan. Buat pribadinya sendiri Raja Asoka berhenti berburu dan menjadi “vegeterian” (tidak makan daging kecuali sayuran). Dalam segi-segi penting lain masih banyak sikap-sikap kemanusiaan yang dianutnya. Dia mendirikan rumah-rumah sakit dan tempat-tempat peribadatan, mengeluarkan aturan- aturan yangmeringankan buat penduduk, membangun jalan- jalan dan memajukan perairan. Bahkan Asoka secara khusus menunjuk pejabat pemerintah yang disebut “pejabat dharma”, bertugas menyuruh rakyat supaya beribadah kepada Tuhan, supaya mengembangkan semangat hidup berbaik-baik sesame manusia. Semua agama mendapat tempat yang sama di wilayah kerajaannya. Toleransi Asoka tampak nyata sekali, walau Agama Buddha peroleh perhatian khusus yang menguntungkan pertumbuhan agama itu. Utusan-utusan Buddha dikirim ke luar negeri, dan missi mereka mencapai hasil besar khususnya di Srilangka. Asoka memerintahkan mencatat kehidupan dan langkah kebijaksanannya yang ditulis di tiang-tiang atau batu-batu karang tersebar di seluruh negeri. Banyak monumen-monumen itu masih bisa tahan hingga sekarang.
Penempatan monumen-monumen itu secara geografis memungkinkan kita peroleh informasi yang dapat dipercaya mengenai luas kekuasaan Asoka , dan tulisan-tulisan yang tertera di atasnya merupakan sumber utama pengetahuan kita mengenai kariernya. Secara kebetulan, tiang-tiang ini juga dianggap sebagai hasil kerja seni tingkat tinggi. Dalam tempo lima puluh tahun sesudah Asoka wafat, Kerajaan Mauryan berantakan dan tak pernah bisa bangkit kembali. Sementara itu, melalui dukungannya kepada Agama Buddha, pengaruh jangka panjang Assoka terhadap dunia dengan sendirinya menjadi amat luas. Tatkala dia naik tahta, Agama Buddha masih kecil sekali penganutnya, cuma bersifat lokal, dikenal cuma di  bagian barat laut India. Tetapi, tatkala wafatnya, penganutnya sudah meliputi seluruh India dan dengan cepat pengaruhnya sudah menyebar ke negeri-negeri tetangga. Lebih dari siapa pun juga –kecuali Gautama sendiri–Asoka adalah seorang yang bertanggung jawab atas berkembangnya Agama Buddha menjadi agama besar dunia. 

Raja Asoka dan Hindu Budha

 Menurut cerita legenda, satu hari setelah peperangan usai, Asoka menjelajah kota dan yang bisa dilihat hanyalah rumah-rumah yang terbakar dan mayat - mayat yang bergelimpangan di mana-mana. Hal ini
membuatnya muak dan he berteriak dengan kata-kata yang menjadi termasyhur: "Apakah yang telah kuperbuat?" Kekejian penaklukan ini akhirnya membuatnya memeluk agama Buddha dan ia memakai jabatannya untuk mempromosikan falsafah yang masih relatif baru ini sampai dikenal di mana-
mana, sejauh Roma dan Mesir. Sejak saat itu Asoka, yang sebelumnya dikenal sebagai “Asoka yang kejam” (Canda Asoka) mulai dikenal sebagai sang “Asoka yang Saleh” (Dharmâsoka). Ia lalu mempromosikan aliran Buddha Wibhajyawada dan menyebarkannnya di dalam wilayahnya dan di seluruh dunia yang dikenal mulai dari 250 SM. Maharaja Asoka bisa dikatakan adalah yang pertama dengan serius mengusahakan pembentukan satuan politik Buddha. Dalam usahanya ini, ia dibantu oleh putranya Mahinda yang mulia dan putrinya Sanghamitta (yang berarti “mitra Sangha”) dan yang membawa agama Buddha ke Sri Lanka. Asoka membangun ribuan stupa dan vihara bagi penganut Buddha. Stupa-stupa di Sanchi sangat termasyhur dan stupa bernama Sanchi Stupa I didirikan oleh Maharaja Asoka. Selama sisa masa pemerintahannya, ia menganut kebijakan resmi anti-kekerasan ahingsa. Bahkan penyembelihan dan penyiksaan sia-sia terhadap hewan pun dilarang. Margasatwa dilindungi dengan undang-undang sang maharaja yang melarang pemburuan untuk olahraga dan pengisian waktu luang. Pemburuan secara terbatas diperbolehkan untuk maksud konsumsi namun Asoka juga mempromosikan konsep vegetarianisme. Asoka juga menaruh belas kasihan kepada para narapidana di penjara. Mereka diperbolehkan mengambil cuti, sehari dalam waktu setahun. Ia berusaja meningkatkan ambisi professional rakyat jelata dengan membangun pusat-pusat studi yang mungkin bisa disebut universitas. Ia juga mengupayakan system irigasi bagi pertanian. Rakyatnya diperlakukan secara sama, apapun derajat, agama, haluan politik, ras, sukubangsa dan kasta mereka. Kerajaan-kerajaan di sekeliling wilayahnya yang sebenarnya mudah ditaklukkan ia buat sebagai sekutu yang terhormat. Asoka juga dipercayai membangun rumah-sakit untuk hewan dan merenovasi jalan-jalan utama yang menghubungkan daerah-daerah di India. Setelah perubahan dirinya, Asoka dikenal sebagai Dhammashoka (bahasa Pali), artinya Asoka, penganut Dhamma, atau Asoka yang Soleh. Bentuknya dalam bahasa Sansekerta adalah Dharmâsoka. Asoka kemudian mendefiniskan prinsip-prinsip dasar dharma (dhamma) sebagai tindakan anti-kekerasan, toleransi terhadap semua sekte atau aliran agama, dan segala pendapat, mematuhii orang tua, menghormati para Brahmana, guru-guru
agama dan pandita, baik hati terhadap kawan, perlakuan manusiawi terahadap para pembantu, dan murah hati terhadap semua orang. Prinsip-prinsip ini menyinggung haluan umum etika berkelakuan terhadap sesama di mana tidak ada kelompok agama atau sosial yang bisa menentang. Beberapa pengkritik perpendapat bahwa Asoka takut akan adanya lebih banyak peperangan. Namun sebenarnya negara- negara tetangganya, termasuk kekaisaran Seleukus dan kerajaan-kerajaan Baktria-Yunani yang didirikan oleh Diodotus I, tidak ada yang bisa menyamai kekuatan Asoka. Asoka hidup pada masa yang sama dengan Antiochus I Soter dan penerusnya Antiochus II Theos dari dinasti Seleukus seperti begitu pula Diodotus I dan putranya Diodotus II dari kerajaan Baktria-Yunani. Jika prasasti-prasasti dan piagam-piagamnya dipelajari dengan teliti, maka bisa disimpulkan bahwa ia mengenal Dunia Helenistik tetapi tidak pernah kagum. Piagam-piagamnya yang membicarakan hubungan persahabatan, memberikan Antiochus dari kekaisaran Seleukus dan Ptolemeus III dari Mesir. Tetapi kemasyhuran kekaisaran Maurya sudah tersebar semenjak kakek Asoka, Candragupta Maurya mengalahkan Seleucus Nicator, pendiri dinasti Seleukus. Sumber banyak pengetahuan kita akan Asoka adalah prasasti- prasasti yang banyak ditinggalkannya dan dipahatkannya di pilar-pilar dan batu-batu di seluruh wilayah kekaisarannya. Maharaja Asoka juga dikenal sebagai Piyadasi (dalam bahasa Pali) atau Priyadarsi (dalam bahasa Sansekerta) yang berarti "berparas baik" atau "dikaruniai Dewa-Dewa dengan berkah baik". Semua prasastinya memiliki sentuhan kekaisaran dan menunjukkan rasa kasih sesama yang mendalam; ia menyapa rakyatnya dengan kata "anak-anakku". Prasasti-prasasti ini mempromosikan moral sesuai agama Buddha dan memberi semangat pada tindakan non-kekerasan serta keteguhan dalam melaksanan Dharma (kewajiban atau tindakan yang bajik). Prasasti-prasasti ini juga membicarakan ketenarannya dan negara-negara taklukkan serta juga negara-negara tetangga yang berusaha menghancurkannya. Informasi tentang peperangan Kalinga juga bisa didapatkan dan juga tentang sekutu-sekutu Asoka. Lalu informasi mengenai pemerintahan sipil juga ada. Pilar-pilar Asoka di Sarnath adalah peninggalan Asoka yang paling dikenal.
 
Dakwah Asoka (+/- 260 SM) 

Maharaja Asoka dari Kekaisaran Maurya (273–232 SM) masuk agama Buddha setelah menaklukkan wilayah Kalingga (sekarang Orissa) di India timur secara berdarah. Karena menyesali perbuatannya yang keji, sang maharaja ini lalu memutuskan untuk meninggalkan kekerasan dan menyebarkan ajaran Buddha dengan membangun stupa-stupa dan pilar-pilar di mana ia menghimbau untuk menghormati segala makhluk hidup dan mengajak orang-orang untuk mentaati Dharma. Asoka juga membangun jalan-jalan dan rumah sakit-rumah sakit di seluruh negeri. Periode ini menandai penyebaran agama Buddha di luar India. Menurut prasasti dan pilar yang ditinggalkan Asoka (piagam- piagam Asoka), utusan dikirimkan ke pelbagai negara untuk menyebarkan agama Buddha, sampai sejauh kerajaan-kerajaan
Yunani di barat dan terutama di kerajaan Baktria-Yunani yang merupakan wilayah tetangga. Kemungkinan besar mereka juga sampai di daerah Laut Tengah menurut prasasti-prasasti Asoka. Maharaja Asoka memprakarsai Konsili Buddha ketiga sekitar tahun 250 SM di Pataliputra (sekarangPatna). Konsili ini dipimpin oleh rahib Moggaliputta. Tujuan konsili adalah rekonsiliasi mazhab-mazhab Buddha yang berbeda-beda, memurnikan gerakan Buddha, terutama dari faksi-faksi oportunistik yang tertarik dengan perlindungan kerajaan dan organisasi pengiriman misionaris-misionaris Buddha ke dunia yang dikenal. Kanon Pali (Tipitaka, atau Tripitaka dalam bahasa Sanskerta, dan secara harafiah berarti "Tiga Keranjang"), yang memuat teks-teks rujukan tradisional Buddha dan dianggap diturunkan langsung dari sang Buddha, diresmikan penggunaannya saat itu. Tipitaka terdiri dari doktrin (Sutra Pitaka), peraturan monastik (Vinaya Pitaka) dan ditambah dengan kumpulan filsafat (Abhidharma Pitaka). Usaha-usaha Asoka untuk memurnikan agama Buddha juga mengakibatkan pengucilan gerakan-gerakan lain yang muncul. Terutama, setelah tahun 250 SM, kaum Sarvastidin (yang telah ditolak konsili ketiga, menurut tradisi Theravada) dan kaum Dharmaguptakamenjadi berpengaruh di India barat laut dan Asia Tengah, sampai masa Kekaisaran Kushan pada abad-abad pertama Masehi. Para pengikut Dharmaguptaka memiliki ciri khas kepercayaan mereka bahwa sang Buddha berada di atas dan terpisah dari anggota komunitas Buddha lainnya. Sedangkan kaum Sarvastivadin percaya bahwa masa lampau,  masa kini dan masa depan terjadi pada saat yang sama.
Beberapa prasati Piagam Asoka menulis tentang usaha-usaha yang telah dilaksanakan oleh Asoka untuk mempromosikan agama Buddha di dunia Helenistik (Yunani), yang kala itu berkesinambungan tanpa putus dari India sampai Yunani. Piagam-piagam Asoka menunjukkan pengertian yang mendalam mengenai sistem politik di wilayah-wilayah Helenistik: tempat dan lokasi raja-raja Yunani penting disebutkan, dan mereka disebut sebagai penerima dakwah agama Buddha: Antiokhus II Theos dari Kerajaan Seleukus (261–246 SM), Ptolemeus II Filadelfos dari Mesir (285–247 SM), Antigonus Gonatas dari Makedonia (276–239 SM), Magas dari Kirene (288–258 SM), dan Alexander dari Epirus (272–255 SM). "Penaklukan Dharma telah dilaksanakan dengan berhasil, pada perbatasan dan bahkan enam ratus yojana (6.400 kilometer) jauhnya, di mana sang raja Yunani Antiochos memerintah, di sana di mana empat raja bernama Ptolemeus, Antigonos, Magas dan Alexander bertakhta, dan juga di sebelah selatan di antara kaum Chola, Pandya, dan sejauh Tamraparni." (Piagam Asoka,Piagam Batu ke-13, S. Dhammika) Kemudian, menurut beberapa sumber dalam bahasa Pali, beberapa utusan Asoka adalah bhiksu-bhiksu Yunani, yang menunjukkan eratnya pertukaran agama antara kedua budaya ini: "Ketika sang thera (sesepuh) Moggaliputta, sang pencerah agama sang Penakluk (Asoka) telah menyelesaikan Konsili (ke-3) […], beliau mengirimkan thera-thera, yang satu kemari yang lain ke sana: […] dan ke Aparantaka (negeri-negeri barat yang biasanya merujuk Gujarat danSindhu), beliau mengirimkan seorang Yunani (Yona) bernama Dhammarakkhita".
(Mahavamsa XII). Tidaklah jelas seberapa jauh interaksi ini berpengaruh, tetapi beberapa pakar mengatakan bahwa sampai tingkat tertentu adasinkretisme antara falsafah Yunani dan ajaran Buddha di
tanah-tanah Helenik kala itu. Mereka terutama menunjukkan keberadaan komunitas Buddha di Dunia Helenistik kala itu, terutama di Alexandria (disebut oleh Clemens dari Alexandria), dan keberadaan sebuah ordo-monastik pra-Kristen bernama Therapeutae (kemungkinan diambil dari kata Pali "Theraputta"),yang  kemungkinan "mengambil ilham dari ajaran-ajaran dan penerapan ilmu tapa-samadi Buddha" (Robert Lissen). Mulai dari tahun 100 SM, simbol "bintang di tengah mahkota", juga secara alternatif disebut "cakra berruji delapan" dan kemungkinan dipengaruhi desain Dharmacakra Buddha, mulai muncul di koin-koin raja Yahudi, Raja Alexander Yaneus (103-76 SM). Alexander Yaneus dihubungkan dengan sekte falsafi Yunani, kaum Saduki dan dengan ordo monastik Essenes, yang merupakan cikal-bakal agama Kristen. Penggambaran cakra atau roda berruji delapan ini dilanjutkan oleh jandanya, Ratu Alexandra, sampai orang Romawimenginvasi Yudea pada 63 SM. Batu-batu nisan Buddha dari era Ptolemeus juga ditemukan di kota Alexandria, dengan hiasan Dharmacakra (Tarn, "The Greeks in Bactria and India"). Dalam mengkomentari keberadaan orang-orang Buddha di Alexandria, beberapa pakar menyatakan bahwa “Kelak pada tempat ini juga beberapa pusat agama Kristen yang paling aktif didirikan” (Robert Linssen "Zen
living"). Di daerah-daerah sebelah timur anak benua Hindia (sekarang Myanmar), Budaya India banyak memengaruhi sukubangsa Mon. Dikatakan suku Mon mulai masuk agama Buddha sekitar tahun 200 SM berkat dakwah maharaja Asoka dari India, sebelum perpecahan antara aliran Mahayana dan Hinayana.
Candi-candi Buddha Mon awal, seperti Peikthano di Myanmar tengah, ditarikh berasal dari abad pertama sampai abad ke-5 Masehi. Seni Buddha suku Mon terutama dipengaruhi seni India kaum Gupta dan periode pasca Gupta. Gaya manneris mereka menyebar di Asia Tenggara mengikuti ekspansi kerajaan Mon antara abad ke-5 dan abad ke-8. Aliran Theravada meluas di bagian utara Asia Tenggara di bawah pengaruh Mon, sampai diganti secara bertahap dengan aliran Mahayana sejakabad ke-6. Agama Buddha konon dibawa ke Sri Lanka oleh putra Asoka Mahinda dan enam kawannya semasa abad ke-2 SM. Mereka berhasil menarik Raja Devanampiva Tissa dan banyak anggota bangsawan masuk agama Buddha. Inilah waktunya kapan
wihara Mahavihara, pusat aliran Ortodoks Singhala, dibangunt. Kanon Pali dimulai ditulis di Sri Lanka semasa kekuasaan Raja Vittagamani (memerintah 29–17 SM), dan tradisi Theravada berkembang di sana.
Beberapa komentator agama Buddha juga bermukim di sana seperti Buddhaghosa(abad ke-4 sampai ke-5). Meski aliran Mahayana kemudian mendapatkan pengaruh kala itu, akhirnya aliran Theravada yang berjaya dan Sri Lanka akhirnya menjadi benteng terakhir aliran Theravada, dari mana aliran ini akan disebarkan lagi ke Asia Tenggara mulai abad ke-11. Ada pula sebuah legenda, yang tidak didukung langsung oleh
bukti-bukti piagam, bahwa Asoka pernah mengirim seorang misionaris ke utara, melalui pegunungan Himalaya, menuju ke Khotan di dataran rendah Tarim, kala itu tanah sebuah bangsa Indo-Eropa, bangsa Tokharia


Jumat, 13 Maret 2015

Pengamatan Protista

Pengamatan Protista
Tujuan : Mengamati bentuk & ciri ciri protista yang ada pada air rawa SMA
Alat & bahan :
1.      Mikroskop
2.      Jaring plankton
3.      Kaca objek
4.      Kaca penutup objek
5.      Pipet
6.      Gelas kimia
7.      Air rawa SMA

Cara kerja :
1.      Kami menyiapkan semua alat dan bahan yang digunakan. Untuk mikroskop, kami meletakkan mikroskop di tempat yang terang agar nantinya dapat melihat objek yang diteliti dengan jelas.
2.      Kemudian kami mengambil ganggang di air rawa SMA menggunakan jaring plankton & menuangkan air yang berisi ganggang tadi kedalam gelas kimia.
3.      Setelah itu kami mengambil sampel ganggang dan meletakkannya pada kaca objek & meteskan sedikit air diatas sampel ganggang tersebut dengan pipet.
4.      Kami menutup sampel tadi menggunakan kaca penutup objek. Sampel yang telah  dibuat kami letakkan dimikroskop.
5.      Setelah itu kami mengatur perbesaran objek sampai dapat melihat jelas bagaimana bentuk ganggang yang diteliti.
6.      Terakhir kami mengamati dan meneliti sampel ganggang tersebut.

Hasil Pengamatan



-memiliki kloroplas berbentuk spiral dengan pirenoid
-hidup diair tawar
-reproduksi aseksual (fragmentasi) & seksual (konjugasi)
-berbentuk filamen atau benang
-inti sel terletak ditengah
-sitoplasma terbungkus dinding sel
- memiliki vakuola yang besar

Ganggang/ chlorophyta





-alat gerak berupa buluh cambuk(flagel)
-bentuk tubuh tetap & ujung tubuh meruncing
-memiliki klorofil & stigma
-hidup secara bebas di air tawar maunpun air payau
-reproduksi akseksual (fragmentasi membujur)

Prortozoa/
flagellata



-alat gerak berupa rambut gerak.
-hidup sebagai parasite pada manusia
-memilik 2 macam inti yaitu mikronukleus dan makronukleus
-hdup di air tercemar
-reproduksi aseksual dengan cara fragmentasi biner dan seksual dengan cara konjugasi

Protozoa/
ciliata

Analisa data :
1.      Bagaiman bentuk Protista yang kamu temukan?
2.      Apa nama jenis yang kamu temukan?
3.      Apa peranannya dalam ekosiem perairan tersebut?

A.    Spirogyra
Spirogyra adalah salah satu jenis ganggang hijau atau chlorophyta. Spirogyra dapat ditemukan di kolam air tawar yang jernih dalam massa yang sangat besar, biasanya hidup melayang di permukaan air (planktofit). Spirogyra memiliki tubuh berfilamen/benang tidak bercabang. Benang tersusun oleh protoplasma yang transparan dan setiap sel memiliki 1 atau lebih kloropas yang memanjang dari ujung ke ujung berbentuk spiral. Pada kloropas yang berbentuk pita terdapat pirenoid. Pirenoid tersebut dikelilingi oleh butiran tepung. Sel spirogyra memiliki inti yang terletak di tengah, sitoplasmanya terbungkus oleh dinding sel, serta memiliki vakuola yang besar. Lapisan gelatin yang tipis melindungi seluruh sel sehingga memberikan karakter tertentu pada spirogyra. Pada siang hari, fotosintesis berlangsung cepat dan oksigen yang dihasilkan disimpan di antara filamen. Pada saat itu, Spirogyra akan naik ke permukaan air. Pada malam hari, oksigen dilarutkan kembali ke dalam air.
.Spirogyra memiliki ciri ciri yaitu
-memiliki kloroplas berbentuk spiral dengan pirenoid
-hidup diair tawar
-reproduksi aseksual (fragmentasi) & seksual (konjugasi)
-berbentuk filamen atau benang
-inti sel terletak ditengah
-sitoplasma terbungkus dinding sel
Spirogyra dapat bereproduksi baik secara aseksual dan seksual.Perkembangbiakan aseksual dengan fragmentasi membentuk aplanospora,akinet dan partenospora. Perkembangbiakan seksual secara konjugasi lateral dan konjugasi skalar.
Reproduksi seksual adalah dua jenis:
1. Konjugasi scalariform membutuhkan asosiasi dari dua filamen yang berbeda berbaris berdampingan baik sebagian atau seluruh panjangnya.Salah satu setiap sel dari filamen berbaris berlawanan memancarkantonjolan tabung dikenal sebagai tabung konjugasi, yang memanjang dansekering, untuk membuat bagian yang disebut saluran konjugasi. Sitoplasmasel yang bertindak sebagai pejantan perjalanan melalui tabung dan sekeringdengan sitoplasma betina, dan sekring gamet untuk membentuk sebuahzygospore.
2.Dalam konjugasi lateral, gamet terbentuk dalam filamen tunggal. Dua selyang bersebelahan di dekat dinding melintang umum memberikan tonjolanyang dikenal sebagai tabung konjugasi, yang selanjutnya membentuk saluran konjugasi pada kontak. Sitoplasma pejantan bermigrasi melaluisaluran konjugasi, menggabungkan dengan betina. Sisanya proses penggunaan dana hasil dalam konjugasi scalariform.Perbedaan penting adalah bahwa scalariform konjugasi terjadi antara duafilamen dan lateral konjugasi terjadi antara dua sel yang bersebelahan padafilamen yang sama.
Spirogyra dapat dikatakan secara umum memiliki peranan sebagai produsen. yaitu sebagai penyedia bahan organic dan oksigen bagi hewan-hewan air, seperti ikan, udang, dan serangga air.
B.     Euglena
Euglena adalah salah satu jenis protozoa kelas flagellata. Euglena biasanya hidup pada air tawar atau air payau yang mengandung banyak bahan organik. Euglena dapat tumbuh dengan baik dengan bantuan sinar matahari, air, karbondioksida dan pupuk.Euglena dapat bertahan dan tetap tumbuh pada konsentrasi karbondioksida ang tinggi, bahkan dalam konsentrasi 1000 kali dari udara normal, Makhluk hidup ini memiliki klorofil, dan berfotosintesis sehingga dimasukkan ke dalam dalam kelompok makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan. Makhluk hidup ini juga mempunyai ciri-ciri yang menyerupai hewan karena dapat bergerak aktif, cara memasukkan makanan melalui mulut sel, tidak berdinding sel, dan mempunyai bintik mata sehingga Euglena ini merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan dan sekaligus juga merupakan makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan, contohnya, Euglena viridis.
Euglena memiliki ciri ciri yaitu :
-alat gerak berupa buluh cambuk(flagel)
-bentuk tubuh tetap & ujung tubuh meruncing
-memiliki krofil & stigma
-hidup secara bebas di air tawar maunpun air payau
-reproduksi akseksual (fragmentasi membujur)
-organisme fotoautotrof & heterotrof
-di salah satu ujungnya terdapat mulut sel,

Sebagai organisme yang menyerupai tumbuhan, Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan melakukan fotosintesis. Denganbantuan cahaya matahari, makhluk hidup ini dapat mengubah klorofil menjadi energi. Selain berfotosintesis, makhluk hidup ini dapat pula memasukkan bahan makanan melalui mulut sel yang dimilikinya sehingga Euglena dapat disebut sebagai organisme fotoautotrof dan organisme heterotrof.
Reproduksi Euglena dilakukan dengan membelah diri secara membujur. Dari
pembelahan ini akan dihasilkan dua sel anak. Euglena secara umum memiliki peranan sebagai
konsumen.

C.     Balantidium coli
Balantidium coli adalah protozoa yang masuk dalam kelsa ciliate. Balantidium coli memiliki ciri ciri yaitu :
-alat gerak berupa rambut gerak.
-hidup sebagai parasite pada manusia
-memilik 2 macam inti yaitu mikronukleus dan makronukleus
-hdup di air tercemar
-reproduksi aseksual dengan cara fragmentasi biner dan seksual dengan cara konjugasi

Balantidium coli memiliki peranan sebagai konsumen dalam ekosistem perairan.

Sabtu, 21 Februari 2015

Review : Etude House Drawing Show Creamy Liner BR401 (Brown)

Selamat malam, kalian lagi apa?? *KEPO . Malam ini aku mau post review produk dari etude house. Drawing show creamy liner. -_- Ini eyeliner jenis krim ya kayaknya, eh tapi nggak tahu juga hehehe. Dulu beli counter etude seri warna yang coklat  BR401. Harganya  rasanya 218000, eh buset mahal yakk, beda banget sama di online shop bisa setengahnya. Ok ok untuk pembelian selanjutnya  mau beli di online shop sajaaaa. Lanjutt, si drawing ini kemasan luarnya alias packaging luarnya cantik, pinky pinky gitu, Yang feminim pasti suka, kalau aku sih mau gimanapun warna kemasannya yang penting isinya emang peduli  






Kemasan buat eyeliner sendiri dari kaca tebal, tutupnya plastik. Lumayan aman lah, pernah kebanting dan nggak pecah.Tapi jangan coba coba dibanting, ntar pecah gimana?? Emang enak.. Eyeliner dilengkapi sama brushnya loh, yesss asik!! Brushnya bagus, enak dan pas banget buat memakai eyeliner.


Isinya 4 g , bakalan awet. Produk ini bisa tahan dibuka untuk 6 bulan. Tapi mau dipakai sampai 2 tahun juga boleh. . Komposisi bisa di cek difoto ini.


Untuk masalah pigmentasinya mantap dan waterproof. Aku pernah pakai seharian buat ke undagan pernikahan keluarga dari pagi sampai sore, masih ada walaupun sudah memudar dan nggak sekinclong pas baru makai. Etss tapi hati hati eyeliner ini cepat kering! Kalian kalau mau pakai ini harus lumayan cepat jangan lama lama biar hasilnya bagus. Di bawah adalah foto foto swatch & bukti tes waterproof.
Sebelum kena air


Sesudah kena air.

Masih jreng yah kelihatannya?? Tapi kalau habis di basuh air sama digosok sama tissue dia pudar tapi masih kelihatan kok.



Nah ini aku pas make eyeliner, aku pake bedak wardah loose powder, si drawing show creamy liner   BR401 sama etude house fresh cherry tint red. Disini aku juga pakai wig gabalnara april. Harap abaikan mukanya, Maafkan aku jika mengedit foto ini hhehhe.Sementaralahh



Plus
Kemasan cantik dan kuat
Pigmentasi mantap
Waterproof
Brushnya bagus
Tahan lama
Isinya banyak

Minus
Kalau mau murah kudu beli di online shop

Rating 98/100

Rabu, 11 Februari 2015

Review Skin Care : The Body Shop Squeaky Clean Scrub (UPDATE)

Haiii haiiiiii!!! Lama nggak ngepost nih. Lagi kena angin bingung mau post apa, Ya udah daripada bingung aku mau ngepost soal review skin care. Hehehe aku demen banget sama skin care sampai sampai dompet ikutan bening juga jadinya, tapi umurku kan masih muda jadi skin care yang di pakai nggak ribet2 amat. Eh lo malah curhat jadinya. Lanjut ke review. The Body Shop?? Ok kalau yang emang suka yang kosmetik yang cinta alam pasti nggak asing sama yang satu ini. Counternya ada di mall mall. Kalo masuk counternya yang di jual dari scrub sampai shampoo juga. Lengkap lah.
Ok bulan januari tanggal 27 aku ke Duta Mall, awalan ke sana niatnya emang mau ke counter The Body Shop. Masuk ke mall makan dulu, terus cuss ke counternya. Sampai di counternya, pas baru masuk mba nya langsung nyamperin dengan ramah nanya mau nyari apa. Beda ama BA merek sebelah. Ya udah d jawab aja mau beli Tea Tree Squeaky Clean Scrub. Ditunjukkanlah sama mba nya si squeaky ini.

 "Yang ini ya??"
"Iya, satu ya mba"
"Iya, nggak beli pencuci wajahnya?"
"Nggak mba, yang ini aja dah"

Seneng deh mba nya ngga maksa maksa beli yang lain ahahahha :v






Akhirnya si squeaky dibawa kekasir dan harganya Rp.129000. Besoknya setelah beli, langsung dicobain pas mandi sore. Sebenernya kulitku kombinasi (Idung sama dahi gak berminyak banget , d pipi normal, pas mulut sama dagu kadang kering kadang normal ), tapi kadang kadang demen banget jerawatan kecil kecil & kalo mateng isinya kayak nasi. Aku pakai sebelum maskeran ya. Dua kali seminggu ehehhe.




Ingredients :
Aqua/Water (Solvent/Diluent), Sodium Laureth Sulfate (Surfactant), Glycerin (Humectant), Lauryl Betaine (Surfactant), Polyethylene (Opacifier), Acrylates Copolymer (Stabiliser), PEG-40 Hydrogenated Castor Oil (Emulsifier), Propanediol (Viscosity Modifier), Phenoxyethanol (Preservative), Melaleuca Alternifolia Leaf Oil/Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil (Natural Additive), Sodium Chloride (Viscosity Modifier), Mannitol (Skin Conditioning Agent), Sodium Hydroxide (pH Adjuster), p-Anisic Acid (pH Modifier), Cellulose (Absorbent/Chelating Agent), Acacia Concinna Fruit Extract (Natural Additive), Balanites Aegyptiaca Fruit Extract (Surfactant - Foam Booster), Menthol (Fragrance/Cooling Agent), Disodium EDTA (Chelating Agent), Gypsophila Paniculata Root Extract (Skin Conditioning Agent), Limonene (Fragrance Ingredient), Calophyllum Inophyllum Seed Oil (Skin Conditioning Agent), Citral (Fragrance Ingredient), Tocopheryl Acetate (Antioxidant), Leptospermum Petersonii Oil (Fragrance Ingredient), Potassium Sorbate (Preservative), Sodium Benzoate (Preservative), Hydroxypropyl Methylcellulose (Thickening Agent), Sorbic Acid (Preservative), Tocopherol (Antioxidant), CI 19140/Yellow 5 (Colour), CI 42090/Blue 1 (Colour).




Hoo ada menthol rupanya , pantesan adem. Buat yang hindarin paraben, disini nggak ada, horeee.


Plus
1. Nggak bikin kering
2. Rasanya muka cling & seger gitu
3. Scrubnya nggak kasar malah halus dan bercampur sama sabun.
4. Aromanya seperti minyak kayu putih tapi ringan, ntahah aku suka
5. Ada sensasi dingin pas dipakai enak banget, apalagi pas mandi sore :*
6. Nggak ada reaksi alergi, kulitku rempong serempong manusianya


Minus
Anu harganya booo -__- #mukapelit


UPDATE!!
Kemasan sudah berganti dan harga naik jadi IDR 189000 tapi rasanya waktu dipakai masih sama seperti nggak ada perubahan. Bahkan teksturnya juga. Ganti kemasan aja XD kayaknya deh.

Foto produk sekarang





Tuh busa sama scrubnya lumayan banyak kan ihihihi.

PERHATIAN! Hasil bisa berbeda beda disetiap orang ya :*. Terima Kasih. ^^














Rabu, 21 Januari 2015

Surah Al Ahzab Ayat 59




1.      Surah Al Ahzab Ayat 59 Beserta Terjemahannya




Arti mufradat :

لِأَزْوَاجِكَ  = kepada istri-istrimu
بَنَاتِكَ = anak-anak perempuanmu 
يُدْنِينَ = mengulurkan
جَلَابِيبِهِنَّ = jilbabnya
أَدْنَى = lebih mudah
يُعْرَفْنَ = dikenal
يُؤْذَيْنَ = diganggu

Artinya: Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[2] ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[3]

2.      Isi Kandungan Al Ahzab Ayat 59
 Ayat Al Qur’an lain sebagai pendukung





 Artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S. An Nur: 31)
Surat Al Ahzab juga menjelaskan sebagai berikut:

 Artinya: “Tidak ada dosa atas isteri-isteri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan yang beriman dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (hai isteri-isteri Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha menyaksikan segala sesuatu. (Q.S. Al Ahzab: 55).[7]

Setelah ayat-ayat yang lalu melarang siapapun mengganggu dan menyakiti Nabi SAW bersama kaum mukminin dan mukminat, kini secara khusus kepada kaum mukminat – bermula dari istri Nabi Muhammad SAW – diperintahkan untuk menghindari sebab-sebab yang dapat menimbulkan penghinaan dan pelecehan.
Sebelum turunnya ayat ini, cara berpakaian wanita merdeka atau budak, yang baik-baik atau kurang sopan hampir dapat dikatakan sama. Karena itu lelaki usil sering kali mengganggu wanita-wanita khususnya yang mereka ketahui atau duga sebagai hamba sahaya. Untuk menghindarkan gangguan tersebut, serta menampakkan kehormatan wanita muslimah ayat di atas turun menyatakan: Hai Nabi Muhammad katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita keluarga orang-orang mukmin agar mereka mengulurkan atas diri mereka yakni keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal sebagai wanita-wanita terhormat atau sebagai wanita-wanita muslimah, atau sebagai wanita-wanita merdeka sehingga dengan demikianmereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Kalimat: نساء الؤمنين ) nisa’ al mu’minin diterjemahkan oleh tim Departeman Agama dengan istri-istri orang mukmin. Penulis lebih cenderung menerjemahkannya dengan wanita-wanita orang-orang mukmin sehingga ayat ini mencakup juga gadis-gadis semua orang mukmin bahkan keluarga mereka semuanya.
Kata عليهنّ ) ‘alaihinna | di atas mereka mengesankan bahwa seluruh badan mereka tertutupi oleh pakaian. Nabi SAW mengecualikan wajah dan telapak tangan serta beberapa bagian lain dari tubuh wanita (baca Q.S. An Nur [24]: 31), dan penjelasan Nabi itulah yang menjadi penafsiran ayat ini.[9]
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ رِقَاقٌ فَأَعْرَضَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتْ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ (رواه أَبُو دَاوُد)[10]
Artinya: “Dari Aisyah r.a.: Sesungguhnya Asma’i binti Abu Bakar datang kepada Rasulullah SAW dan dipakainya pakaian yang tipis, maka Rasulullah SAW menyegahnya dan berkata:  Wahai Asma’i, sesungguhnya wanita itu bila sudah datang masa haid tidak pantas terlihat tubuhnya kecuali ini dan ini. Beliau sambil menunjukkan muka dan kedua telapak tangannya.” (H.R. Abu Dawud dari Aisyah r.a.)
Bagi kaum wanita, sejak mulai masa dewasa wajib menutup seluruh anggota badannya. Seorang wanita yang menutup auratnya dengan rapat, menjadikan orang lain segan berbuat jahat kepadanya. Sebaliknya apabila wanita sudah tidak mau menutup auratnya akan mendorong orang lain berbuat jahat kepadanya. Falsafah buah-buahan, dia tidak akan menjadi sasaran kelelawar apabila buah itu dibungkus rapat-rapat.[11]
Kata جلباب ) jilbab diperselisihkan maknanya oleh ulama. Al Baqa’i menyebut beberapa pendapat. Antara lain, baju yang longgar atau kerudung penutup kepala wanita, atau pakaian yang menutupi wanita. Semua pendapat ini menurut Al Baqa’i dapat merupakan makna kata tersebut. Kalau yang dimaksud dengannya adalah baju, maka ia adalah menutupi tangan dan kakinya, kalau kerudung, maka perintah mengulurkannya adalah menutup wajah dan lehernya. Kalau maknanya pakaian yang menutupi baju, maka perintah mengulurkannya adalah membuatnya longgar sehingga menutupi semua badan dan pakaian.
Thabathaba’i memahami kata jilbab dalam arti pakaian yang menutupi seluruh badan atau kerudung yang menutupi kepala dan wajah wanita. Ibn ‘Asyur memahami kata jilbab dalam arti pakaian yang lebih kecil dari jubah tetapi lebih besar dari kerudung atau penutup wajah. Ini diletakkan wanita di atas kepala dan terulur kedua sisi kerudung itu melalui pipi hingga ke seluruh bahu dan belakangnya. Ibn ‘Asyur menambahkan bahwa model jilbab bisa bermacam-macam sesuai perbedaan keadaan (selera) wanita dan yang diarahkan oleh adat kebiasaan. Tetapi tujuan yang dikehendaki ayat ini adalah “…menjadikan mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu.”
Kata تدني ) tudni terambil dari kata دنا ) dana yang berarti dekat dan menurut Ibn ‘Asyuryang dimaksud di sini adalah memakai atau meletakkan. Ayat di atas tidak memerintahkan wanita muslimah untuk memakai jilbab, karena agaknya ketika itu sebagian mereka telah memakainya, hanya saja cara memakainya belum mendukung apa yang dikehendaki ayat ini. Kesan ini diperoleh dari redaksi ayat di atas yang menyatakan jilbab mereka dan yang diperintahkan adalah “Hendaklah mereka mengulurkannya”. Ini berarti mereka telah memakai jilbab tetapi belum lagi mengulurkannya. Sehingga terhadap mereka yang telah memakai jilbab, tentu lebih-lebih lagi yang belum memakainya, Allah berfirman: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya.”
Firman-Nya: و كان الله غفورا رحيما wa kana Allah ghafuran rahima | Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang dipahami oleh Ibn ‘Asyur sebagai isyarat tentang pengampunan Allah atas kesalahan mereka yang mengganggu sebelum turunnya petunjuk ini. Sedang Al Baqa’imemahaminya sebagai isyarat tentang pengampunan Allah kepada wanita-wanita mukminah yang pada masa itu belum memakai jilbab – sebelum turunnya ayat ini. Dapat juga dikatakan bahwa kalimat itu sebagai isyarat bahwa mengampuni wanita-wanita masa kini yang pernah terbuka auratnya, apabila mereka segera menutupnya atau memakai jilbab, atau Allah mengampuni mereka yang tidak sepenuhnya melaksanakan tuntunan Allah dan Nabi, selama mereka sadar akan kesalahannya dan berusaha sekuat tenaga untuk menyesuaikan diri dengan petunjuk-petunjuk-Nya.[12]

3.      Asbabun Nuzul
Pada suatu riwayat dikemukakan bahwa Siti Saudah (istri Rasulullah) keluar rumah untuk sesuatu keperluan setelah diturunkan ayat hijab. Ia adalah seorang yang badannya tinggi besar sehingga mudah dikenal orang. Pada waktu itu Umar melihatnya, dan ia berkata: “Hai Saudah. Demi Allah, bagaimana pun kami akan dapat mengenalmu. Karenanya cobalah pikir mengapa engkau keluar?” Dengan tergesa-gesa ia pulang dan saat itu Rasulullah barada di rumah Aisyah sedang memegang tulang sewaktu makan. Ketika masuk ia berkata: “Ya Rasulallah, aku keluar untuk sesuatu keperluan, dan Umar menegurku (karena ia masih mengenalku)”. Karena peristiwa itulah turun ayat ini (S. Al Ahzab: 59) kepada Rasulullah SAW di saat tulang itu masih di tangannya. Maka bersabdalah Rasulullah: “Sesungguhnya Allah telah mengizinkan kau keluar rumah untuk sesuatu keperluan.”[5]

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa istri-istri Rasulullah pernah keluar malam untuk mengqadla hajat (buang air). Pada waktu itu kaum munafiqin mengganggu mereka yang menyakiti. Hal ini diadukan kepada Rasulullah SAW, sehingga Rasul menegur kaum munafiqin. Mereka menjawab: “Kami hanya mengganggu hamba sahaya.” Turunnya ayat ini (S. Al Ahzab: 59) sebagai perintah untuk berpakaian tertutup, agar berbeda dari hamba sahaya.

4.      Keistimewaan Surah
Barang siapa membaca ayat-ayat 45 hingga 48 dari surah ini, nescaya iaakan mendapat kemuliaan dan kehormatan sejati. Dan barang siapa membaca ayat-ayat 60 hingga 66 dari surah ini, nescaya Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.
"Barang siapa membaca surah al-Ahzab dan mengajarkannya kepada keluarganya dan orang yang berada di bawah pengawasannya (para budaknya)  maka Allah SWT akan menyelamatkannya dari siksa kubur

Sumber : https://hikmatun.wordpress.com/2007/01/02/antara-hikmat-rahsia-dan-khasiat-surah-dan-ayat-alquran-alkarim/ http://kalidanastiti-space.blogspot.com/2013/12/surat-al-ahzab-59-ayat-tentang-jilbab.html?showComment=1421845762653#c7585881919637863789 http://quran.al-shia.org/id/surah-surah-quran/pesona/01.htm