Kamis, 04 Desember 2014

Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia

1. Politik Luar Negeri Yang Bebas Aktif
Pada saat membuat bagian Pembukaan UUD 45, para perumus menyadari bahwa negara Indonesia tidak semata mata memetingkan kepentingan internal.Akan tetapi , para perumus naskah sadar bahwa nrgara Indonesia akan menjadi bagian dari masyarakat dunia, bangsa Indonesia juga harus memperhatikan dan berkontribusi bagi dunia. Dengan demikian, tujuan negara Indonesia juga bersifat eksternal yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Indonesia sebagai negara merdeka berhak menentukan arah tujuan neagara. Melalui politik luar negerinya, negara kita bebas menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan bangsa lain. Politik luar negeri Indonesia menganut politik bebas aktif. Bebas berarti bangsa Indonesia bebas menentukan sikap atau pandangannya terhadap kondisi dunia. Oleh karena itu, tidak ada negara manapun yang bisa melakukan intervensi terhadap kebijakan luar negeri Indonesia. Aktif berarti bangsa Indonesia aktif dalam menciptakan kedamaian dunia. Aktif menciptakan kedamaian dunia tersebut merupakan bentuk pengamalan Pancasila yang bersifat universal untuk kepentingan manusia.

2. Tujuan Politik Luar Negeri Indonesia
Tujuannya adalah mengabdi pada tujuan nasional bangsa Indonesia. Dengan pelaksanaan politik luar negeri diharapkan bisa memberikan kontribusi yang positif terhadap stabilitas kondisi dalam negeri. Oleh karena itu tujuan politik luar negeri Indonesia adalah sebagai berikut :
a. Membentuk NKRI
b. Agar tercipta kehidupan pemerintahan & masyarakat yang demokratis
c. Agar terbentuk masyarakat yang adil, makmur, & religius
d. Untuk melakukan hubungan baik dengan negara negara di dunia
(Ditulis & disunting hari Jumat 4-Des-14 oleh princekevin019.blogspot.com)

Sumber : Suparyanto, Yudi, Khilya Fa'izia, Yana Suryana & Novia Itariyani. 2014. Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan. Klaten : PT. Intan Pariwara

Review Gabalnara Wig April [Medium Wig]

Hiii^^! Hari ini aku mau post tentang wig pertama ku. Mereknya gabalnara. Gabalnara??? Merek apa tuh? Gabalnara adalah merek wig korea, sebenarnya ga cuma wig sih, mereka juga jualan aksesoris rambut,perawatan wig, sisir,dll.Cuma yang sering dibeli biasanya wig (eh nggak tau juga hehe). Ok kembali ke topik review. Wig gabalnara yang kubeli ini tipe april. Di tag ada tulisan SY-01A #4 ntahlah itu apaan. Yang jelas menurut websitenya, tipe yang kubeli april warna natural brown. Ceritanya mau beli yang warna mocha brown :v, ngg tapi nanti kalo ketemu guru bahaya men, anak sekolah pake semir? Masuk BK ntar, whoahahahaaa. Oh iya buat yang mau liat seri warna lain ini dia penampakannya.

Warna Mocha Brown



Ini yang warna mocha brown lho ya




Update!!! Buat yang mau liat penampakan warna natural brown di tangan cece Merry yang cantik :D





Berdasarkan pengamatan & penilaian aku, inilah hasil reviewnya:

1.Model & warna
Menurut aku wig ini modelnya takep banget, atasnya lurus terus bawahnya bergelombang. Kalo makai wig ini berasa kayak mbak2 yang feminim.Ngemeng ngemeng model di website sama warna yang ada ditanganku yah lumayan jauh, jauh lebih indah dari yang di website. :v #yes



Gambarnya kalo dikecilin nggak kelihatan jadinya.




Penampakan pas baru dibuka

Penampakan dari depan pas baru dibuka

Masi kinclong gitu yaa, 




Model kalo dari depan setelah dicuci dan dipakai, maaf acak2an hahahahaha




Warnanya rada coklat2 gelap gitu, hampir mendekati warna rambut asliku.



Tebal dan gelombangnya itu cantik.


harap maklum habis dipakai #males





2.Serat Wig
Serat yang kupilih pas beli itu prima-h yang bisa di catok / curly.Seratnya halus,lembut,lemes apalagi dibagian poni, intinya hampir seperti rambut asli, cuman kalo di banding sama rambut asli , dia lebih tipis(namanya juga wig). Dan mantepnya lagi ini serat kalau kena flash kamera atau panas pnasa di siang bolong nggak kelihatan palsunya.





3.Kulit Kepala
Asiknya wig ini mempunyai kulit kepala di bagian atasnya. Jadi kita bisa bebas mau dimodel garis lurus, garis lurus yang ada cabangnya. Kalau dilihat kulit nya sudah seperti kulit rambut manusia. Tapi pas dipegang nggak terlalu, haa ya iyalah. Masa mau pake kulit kepala orang biar makin asli


Percayalah lebih asli dari yang kalian liat di website

.

Aku nggak bohongkan. Maaf, kotor hehehee abis dibuat jalan.


4. Poni
Untuk masalah poni, poni wig ini kalau digambar websitenya yaa cuma model rata, tapi kalian bisa eksperimen mau diapain aja. Soalnya poninya lemes banget.




5. Ukuran
Wig yang aku beli ukurannya M. Udah pas dikepalaku. Biar nggak copot di dekat bagian bawahnya ada karet yang gunanya untuk menjaga wig tetap dikepala kita. Biar joss kasi hair clip di wignya,biar pas ditarik nggak lepas,engg tapi tetap sakit sih.



itu karetnya :D

6. Hair Net
-_- Gabalnaranya lupa ngasih #errrr.

7. Kemasan
Itu wig stand, shampoo, essence, si bungkus sama sisir, ingat yaaa yang gratis dari sono cuma si bungkus sisanya aku beli.

Kemasannya terkesan 'ngirit' sumpah biasa banget,didalemnya cuma ada wig,tag,brosur panduan,dan hair net. Tapi hair net nya nggak ada, lupa kali gabalnara nya. Tapi enak sih hemat biaya kirim #ketawangakak.

8.Pembelian & Harga
Wig ini harganya kalau nggak salah 59800 won.Aku udah lupa hehe.Kalau dirupiahin (pas aku beli dulu) harga satu wig 800 ribuan, kalau ditotal sama hair clip,shampoo segala macem habis 1 juta 100 ribu an. *-* Tekorr aku. Untuk masalah beli, aku nitip di cece Merry. Blog ce Merry alamatnya disini farrelandmerry.blogspot.com .
Ok dah cukup itu aja monggo di liat pic aku pake wignya dulu

cucokk makk kayak asli




versi polosan 

ini juga polosan


Bonus fotoku heee




Rabu, 03 Desember 2014

Tam Tam Si Kucing Lemper

Malam gan, ane lagi abis belajar nih. Wqwqwq belajar kimia. =_= . Ngemeng ngemeng malam ini mau ngomongin tentang kucing ane yang jantan. Kenalin dia Tam Tam alias Bagong alias Si Ireng, nggg panggil aj Tam Tam, umur dia udah menginjak 1 tahun 8 bulan. Weww nggak kerasa udah gede ye si Tam Tam :D. Ane dulu melihara si Tam Tam dari remaja , dia datang ke rumah setelah sekian lama pergi dari rumah. Lho katanya melihara pas remaja? Tapi kok katanya sempet pergi?? Gini dulu pas lagi bayi dia sempet tinggal d rumah sama ibunya , tapi ntah kenapa ibunya mindah si Tam Tam ini alhasil dia "melarikan diri" pas kecil.


Pengaruh kebudayaan India bagi bangsa Indonesia

1. Budaya
Pengaruh budaya India di Indonesia sangat besar, bahkan begitu mudah diterima di Indonesia hal ini mungkin dikarenakan unsur-unsur budaya tersebut telah ada dalam kebudayaan asli bangsa Indonesia, sehingga hal-hal baru yang mereka bawa mudah diserap dan dijadikan pelengkap.
Pengaruh kebudayaan India dalam kebudayaan Indonesia tampak pada:
a)      Seni Bangunan
Akulturasi dalam seni bangunan tampak pada bentuk bangunan candi.
Di India, candi merupakan kuil untuk memuja para dewa dengan bentuk stupa.
Di Indonesia, candi selain sebagai tempat pemujaan, juga berfungsi sebagai makam raja atau untuk tempat menyimpan abu jenazah sang raja yang telah meninggal. Candi sebagai tanda penghormatan masyarakat kerajaan tersebut terhadap sang raja.Contohnya:
- Candi Kidal (di Malang), merupakan tempat Anusapati di perabukan.
- Candi Jago (di Malang), merupakan tempat Wisnuwardhana di perabukan.
- Candi Singosari (di Malang) merupakan tempat Kertanegara diperabukan.
Di atas makam sang raja biasanya didirikan patung raja yang mirip (merupakan perwujudan) dengan dewa yang dipujanya. Hal ini sebagai perpaduaan antara fungsi candi di India dan tradisi pemakaman dan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia. Sehingga, bentuk bangunan candi di Indonesia pada umumnya adalah punden berundak, yaitu bangunan tempat pemujaan roh nenek moyang.Contoh ini dapat dilihat pada bangunan candi Borobudur.
b)      Seni rupa, dan seni ukir
Akulturasi dalam bidang seni rupa, dan seni ukir terlihat pada relief atau seni ukir yang dipahatkan pada bagian dinding candi.Sebagai contoh: relief yang dipahatkan pada Candi Borobudur bukan hanya menggambarkan riwayat sang budha tetapi juga terdapat relief yang menggambarkan lingkungan alam Indonesia. Terdapat pula relief yang menggambarkan bentuk perahu bercadik yang menggambarkan kegiatan nenek moyang bangsa Indonesia pada masa itu.
c)      Seni Hias
Unsur-unsur India tampak pada hiasan-hiasan yang ada di Indonesia meskipun dapat dikatakan secara keseluruhan hiasan tersebut merupakan hiasan khas Indonesia. Contoh hiasan : gelang, cincin, manik-manik.
d)     Aksara/tulisan
Berdasarkan bukti-bukti tertulis yang terdapat pada prasasti-prasasti(abad 5 M) tampak bahwa bangsa Indonesia telah mengenal huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Huruf Pallawa yang telah di-Indonesiakan dikenal dengan nama huruf Kawi. Sejak prasasti Dinoyo (760 M) maka huruf Kawi ini menjadi huruf yang dipakai di Indonesia dan bahasa Sansekerta tidak dipakai lagi dalam prasasti tetapi yang dipakai bahasa Kawi.Prasasti Dinoyo berhubungan erat dengan Candi Badut yang ada di Malang.
e)      Kesusastraan
Setelah kebudayaan tulis seni sastrapun mulai berkembang dengan pesat.Seni sastra berbentuk prosa dan tembang (puisi). Tembang jawa kuno umumnya disebut kakawin. Irama kakawin didasarkan pada irama dari India.
Berdasarkan isinya, kesusastraan tersebut terdiri atas kitab keagamaan (tutur/pitutur), kitab hukum, kitab wiracarita (kepahlawanan) serta kitab cerita lainnya yang bertutur mengenai masalah keagamaan atau kesusilaan serta uraian sejarah, seperti Negarakertagama.Bentuk wiracarita ternyata sangat terkenal di Indonesia, terutama kisah Ramayana dan Mahabarata. Kisah India itu kemudian digubah oleh para pujangga Indonesia, seperti Baratayudha yang digubah oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh. Berkembangnya karya sastra, terutama yang bersumber dari kisah Mahabarata dan Ramayana, telah melahirkan seni pertunjukan wayang kulit(wayang purwa).Pertunjukkan wayang banyak mengandung nilai yang bersifat mendidik. Cerita dalam pertunjukkan wayang berasal dari India, tetapi wayangnya sendiri asli Indonesia. Bahkan muncul pula tokoh-tokoh pewayangan yang khas Indonesia seperti tokoh punakawan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Tokoh-tokoh ini tidak ditemukan di India.
2. Pemerintahan
Sebelum kedatangan bangsa India, bangsa Indonesia telah mengenal sistem pemerintahan tetapi masih secara sederhana yaitu semacam pemerintahan di suatu desa atau daerah tertentu dimana rakyat mengangkat seorang pemimpin atau kepala suku. Orang yang dipilih sebagai pemimpin biasanya adalah orang yang senior, arif, berwibawa, dapat membimbing serta memiliki kelebihan tertentu , termasuk dalam bidang ekonomi maupun dalam hal kekuatan gaib atau kesaktianMasuknya pengaruh India menyebabkan muncul sistem pemerintahan yang berbentuk kerajaan, yang diperintah oleh seorang raja secara turun-temurun. Peran raja di Indonesia berbeda dengan di India dimana raja memerintah dengan kekuasaan mutlak untuk menentukan segalanya. Di Indonesia, raja memerintah atas nama desa-desa dan daerah-daerah. Raja bertindak ke luar sebagai wakil rakyat yang mendapat wewenang penuh. Sedangkan ke dalam, raja sebagai lambang nenek moyang yang didewakan.
3. Sosial
Kehidupan sosial masyarakat di Indonesia mengikuti perkembangan zaman yang ada. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia menerima dengan terbuka unsur-unsur yang datang dari luar, tetapi perkembangannya selalu disesuaikan dengan tradisi bangsa Indonesia sendiri. Masuknya pengaruh India di Indonesia menyebabkan mulai adanya penerapan hukuman terhadap para pelanggar peraturan atau undang-undang juga diberlakukan. Hukum dan Peraturan menunjukkan bahwa suatu masyarakat itu sudah teratur dan rapi. Kehidupan sosial masyarakat Indonesia juga tampak pada sistem gotong-royong.
Dalam perkembangannya kehidupan sosial masyarakat Indonesia distratifikasikan berdasarkan kasta dan kedudukan dalam masyarakat (mulai mengenal sistem kasta)
4. Kepercayaan

Sebelum pengaruh India berkembang di Indonesia, masyarakat telah mengenal dan memiliki kepercayaan, yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang dan benda-benda besar (animisme dan dinamisme).Ketika agama dan kebudayaan Hindu-Budha tumbuh dan berkembang, bangsa Indonesia mulai menganut agama Hindu-Budha meskipun unsur kepercayaan asli tetap hidup sehingga kepercayaan agama Hindu-Budha bercampur dengan unsur penyembahan roh nenek moyang. Hal ini tampak pada fungsi candi di Indonesia.

Masa Berburu Meramu, Mengumpulkan Makanan & Bercocok Tanam [Food Gathering & Food Producing]

1.     Masa Berburu dan Meramu (Food Gathering)/Mengumpulkan Makanan
a)     Kehidupan Sosial
Pada masyarakat food gathering, mereka sangat menggantungkan diri pada alam. Dimana daerah yang mereka tempati harus dapat memberikan persediaan yang cukup untuk kelangsungan hidup. Oleh karena itu mereka selalu berpindah-pindah.
Sebab mereka hidup berpindah-pindah adalah sebagai berikut:
a.      Binatang buruan dan umbi-umbian semakin berkurang di tempat yang mereka diami.
b.      Musim kemarau menyebabkan binatang buruan berpindah tempat untuk mencari sumber air yang lebih baik.
c.       Mereka berusaha menemukan tempat dimana kebutuhan mereka tersedia lebih banyak dan mudah diperoleh.
Mereka masih hidup mengembara. Tempat tinggal sementara di gua-gua. Ada pula kelompok yang tinggal di daerah pantai Mencari makanan berupa binatang buruan dan tumbuh-tumbuhan liar di tepi sungai atau danau. Mereka mencari kerang sebagai makanannya.Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil untuk memudahkan pergerakan dalam mengikuti binatang buruan atau mengumpulkan makanan.
Dalam kelompok-kelompok tersebut terdapat pembagian tugas kerja, laki-laki pada umumnya melakukan perburuan. Sementara itu, para wanita mengumpulkan bahan makanan seperti buah-buahan dan merawat anak. Mereka yang memilih dan meramu makanan yang akan di makan.Hubungan antar anggota sangat erat, mereka bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan hidup serta mempertahankan kelompok dari serangan kelompok lain ataupun dari binatang buas.Populasi pertumbuhan penduduk sangat kecil karena situasi yang berat, dengan peralatan yang masih sangat primitif membuat mereka tidak dapat selamat dari berbagai bahaya.
b)      Kehidupan Budaya
Dengan peralatan yang masih sangat sederhana, mula-mula bisa membuat rakit, lama kelamaan mereka membuat perahu. Mereka belum mampu membuat gerabah, oleh karena itu, mereka belum mengenal cara memasak makanan, salah satunya yaitu dengan cara membakar.Mereka sudah mengenal perhiasan yang sanagat primitif yaitu dengan cara merangkai kulit-kulit kerang sebagai kalung.Untuk mencukupi kebutuhan hiudup mereka membuat alat-alat dari batu, tulang, dan kayu.Pada masa itu mereka memilih untuk tinggal di gua-gua, dari tempat tersebut ditemukan peninggalan berupa alat-alat kehidupan yang digunakan pada masa itu, seperti: Kapak perimbas, Kapak Penetak, Kapak genggam, Pahat genggam, Alat serpih, Alat-alat dari tulang, dll.
c)   Teknologi
Teknologi masa  food gathering  masih sangat rendah. Hampir semua alat-alat yang digunakan masih sangat sederhana sekedar untuk membantu pekerjaan mereka.

2.     Masa Bercocok Tanam (Food Producing) dan Beternak
a)     Kehidupan Sosial
 Kehidupan bercocok tanamnya dikenal dengan berhuma, yaitu teknik bercocok tanam dengan cara membersihkan hutan dan menanaminya. Setelah tanah tidak subur maka mereka akan berpindah ke tempat lain yang masih subur dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Hal ini dilakukan secara berulang-ulang. Pada perkembangannya mulai menetapkan kehidupan bercocok tanam pada tanah-tanah persawahan. Mereka  telah tinggal menetap di suatu tempat, mereka tinggal di sekitar huma tersebut, dengan cara bercocok tanam dan memelihara hewan-hewan jenis tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah hidup menetap Hal ini juga menunjukkan bahwa manusia telah dapat menguasai alam lingkungan. Dengan hidup menetap, merupakan titik awal dan perkembangan kehidupan manusia untuk mencapai kemajuan. Dengan hidup menetap, akal pikiran manusia mulai berkembang dan mengerti akan perubahan-perubahan hidup yang terjadi..Jumlah anggota kelompoknya semakin besar sehingga membuat kelompok-kelompok perkampungan, meskipun mereka masih sering berpindah-pindah tempat tinggal. Populasi penduduk meningkat, usia rata-rata manusia masa ini 35 tahun. Muncul kegiatan kehidupan perkampungan, oleh karena itu di buat peraturan, untuk menjaga ketertiban kehidupan masyarakat.Mereka juga mengenal sistm kepala suku dimana diangkatnya seorang pemimpin yang berwibawa, kuat, dan disegani untuk mengatur para anggotanya.Mereka hidup bergotong royong, sehingga mereka saling melengkapi, saling membantu, dan saling berinteraksi dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.
b)      Kehidupan Budaya
1.  Kebudayaan semakin berkembang pesat, manusia telah dapat mengembangkan dirinya untuk menciptakan kebudayaan yang lebih baik
2.  Peninggalan kebudayaan manusia pada masa bercocok tanam semakin banyak dan beragam, baik yang terbuat dari tanah liat, batu maupun tulang
3.  Hasil kebudayaan pada masa bercocok tanam:

Beliung Persegi, Kapak Lonjong, Mata panah, Gerabah, Perhiasan, Bangunan Megalitikum seperti menhir, dolmen, sarkofagus, kubur batu, punden berundak, waruga, arca.
c)   Teknologi

Pada masa bercocok tanam, kebudayaan orang-orang purba mengalami perkembangan yang luar biasa. Pada masa ini terjadi revolusi secara besar-besaran dalam peradaban manusia yaitu dari kehidupan food gathering menjadi food producing. Sehingga terjadi perubahan yang sangat mendalam dan meluas dalam seluruh penghidupan umat manusia.